Kamis, 30 Januari 2014

Harga dan Warna Honda Verza 150 Terbaru

PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan varian warna dan desain striping baru untuk Honda Verza 150 sehingga membuatnya semakin sporti dan maskulin. Paling anyar adalah warna putih!

“Penyegaran tampilan Honda Verza 150 merupakan upaya kami untuk terus memberikan nilai tambah bagi pecinta motor sport Honda di segmen entry level ini. Penyegaran desain stripe yang lebih sporti kami harapkan mampu memperkuat kebanggaan pemiliknya saat menemani beraktifitas,” ungkap Marketing Director PT AHM Margono Tanuwijaya.


Untuk ke depannya Honda Verza akan ada 4 pilihan warna yaitu :
A. velg jari jari ( VERZA SW )
  • Advanced White,
  • Masculine Black
  • Sporty Red
B velg palang ( VERZA CW )
  • Advanced White,
  • Masculine Black
  • Sporty Red
  • Tough Silver
Untuk Harga Honda Verza sendiri akan ada kenaikan sekitar 300 ribu. Untuk soal harga bisa di lihat di bawah ini :
#harga honda Verza versi velg racing ( CW ) naik menjadi Rp. 17,550,000 ( OTR pulau jakarta ), didaerah lain bisa sangat berbeda
#harga honda Verza versi velg jejari ( SW ) naik menjadi Rp. 16,700,000 ( OTR pulau jakarta ), didaerah lain bisa sangat berbeda

Untuk warna Biru akan hilang kedepannya, jadi bagi anda yang mempunyai Honda Verza yang berwarna biru, berbanggalah karena warna biru akan menjadi warna eksklusif.

Kapan Honda Verza varian putih dapat di miliki, kita tunggu saja nanti. Namanya juga baru rilis, kemungkinan 2 sampai 4 minggu kedepan baru pendistribusian ke dealer - dealer. Kita lihat saja nanti, seberapa banyakkah Honda Verza varian putih ini mengaspal di jalanan...??

Fungsi Catalitic Converter Pada Kendaraan

Konverter katalisis atau catalytic converter (CC) tidak terlalu banyak diketahui kalangan awam. Perangkat ini mulai digunakan di setiap mobil baru di Indonesia pada 2007. Saat itu, standar Euro2 diberlakukan untuk gas buang. Untuk memenuhi standar tersebut, setiap kendaraan bermesin diesel dan bensin harus menggunakannya.


Mahal
CC berupa katalisator yang dipasang di ruang setelah saluran buang. Fungsinya menyaring hidrokarbon (bensin yang belum atau tidak terbakar) dan polutan lain yang dihasilkan oleh mesin. Hanya sebagian kecil orang yang tahu, katalisator ini harganya mahal. Pasalnya, ia dibuat dari bahan platinum (platina) dan paladium. Karena itu pula, bisnis pengumpulannya (daur ulang) berkembang, termasuk di Tanah Air.


Cara kerja
Katalisator CC adalah saringan berbentuk sarang lebah yang dibuat dari logam platinum atau paladium yang disatukan melalui blok keramik. Ketika gas buang menyentuh logam (katalisator), reaksi kimia terjadi berupa penghilangan beberapa kandungan atau senyawa yang berbahaya, seperti hidrokarbon (HC). Alhasil, gas buang yang keluar dari knalpot bisa lebih bersih. Sementara itu, logam yang digunakan sebagai katalisator tidak berubah sifat.

Kendati demikian, berdasarkan penelitian, umur pakai logam yang digunakan pada CC juga mengalami degradasi (penurunan kemampuan). Pada komponen saat ini, setelah digunakan 100.000 km, kemampuannya menurun 35 persen.

Bila diukur berdasarkan lamanya mesin hidup berdasarkan jarak, maka usianya bisa saja lebih pendek. Pasalnya, kemacetan semakin parah sehingga mesin bekerja lebih lama (termasuk CC), sementara jarak tempuh mobil lebih sedikit. Di lain hal, nilai logam yang digunakan pada CC bisa mencapai 60 persen-70 persen dari total harga CC.

Video Touring Perdana to Sawarna Beach

Mungkin bagi para bikers sudah tidak asing lagi dengan objek wisata Pantai Sawarna yang terletak di Desa Sawarna Provinsi Banten.
Secara singkat saja kami menjelaskan bahwa objek wisata Pantai Sawarna ini begitu indah dan masih sangat asri.Dengan hamparan pasir putih terhampar luas dan ombaknya yang sangat besar. kenapa saya bilang asri, karena suasana Pantai Sawarna masih di kelilingi oleh lingkungan persawahan yang luas.
Bagi anda yang ingin menikmati suasana laut dan hantaran pasir putih yang luas, kami merekomendasikan Pantai Sawarna.


Memang untuk menuju kesana membutuhkan waktu yang tidak sedikit, kami para Ranger KOMVI melakukan perjalanan dari Jakarta menuju lokasi membutuhkan waktu hampir 12 jam, perjalanan itu sudah termasuk istirahat yang tidak sempat saya hitung :p, dan waktu tersebut sudah termasuk menangani kendala yang terjadi selama perjalanan.
Tapi itu semua terbayarkan setelah sampai tempat tujuan, jangankan sampai tempat tujuan, selama perjalanan pun suasana pegunungan, pantai pangandaran, dan persawahan juga dapat di jumpai. Begitu sangat indah akan Ciptaan Tuhan untuk Bumi Indonesia ini..





Berikut kami lampirkan video selama di perjalanan dan di tempat tujuan
.

Minggu, 19 Januari 2014

Fungsi Kapasitor Bank....

Kapasitor bank sekarang banyak di jumpai di motor2 injeksi HONDA entry level juga mid level ( di high level justru malah gak ada ) .
Fungsinya sebagai penyimpan energi listrik sementara… Boleh di bilang kapasitor bank merupakan aki cadangan dengan daya simpan arus yang kecil.
Kenapa perlu ada kapasitor bank…???
Nah… part ini amat sangat membantu di kala aki tekor atau soak, piranti injeksi ( ECM dan fuel pump ) butuh tegangan untuk mempersiapkan diri ( booting ) sebelum motor di starter.
Cek dah.. pada motor injeksi pasti ada bunyi “ngiiiiiiing..” pada fuel pump ( tangki bahan bakar ) ketika kontak di nyalakan.
Itu pertanda fuel pump sedang menyiapkan tekanan bahan bakar ke injektor agar nantinya di semburkan ke ruang bakar.
Nah… untuk persiapan part tersebut pasti membutuhkan arus dari aki…. Lalu bagaimana jika aki bermasalah..??? Tekor atau soak.
Apalagi fitur AHO sering membuat motor2 jaman sekarang tekor karna pengisian ke aki lebih sedikit ketimbang pengeluaran.
Pabrikan AHM telah mengakalinya dengan kapasitor bank… Namun belum semua part ini di cangkok’kan ke motor injeksi Honda atau merk lainnya.
Baru CB150R dan Verza saja yang ane tau…

so banggalah mempunyai kuda besi Honda Verza, karena harga boleh murah tapi teknologi tidak murahan...
bravo KOMVI " We Are A Real Brotherhood, Not A Virtual World Brotherhood "

Bedah Injeksi Honda Verza 150



 O2 sensor ada di lubang buang, ECM dari Keihin

Secara garis besar, teknologi injeksi Honda Verza 150 sama seperti yang digunakan Supra X 125 atau matik seperti Spacy, BeAT dan Vario Techno 125. Honda menggolongkan teknologi injeksinya ini dengan sebutan "step 4".

Perbedaan dengan injeksi yang dipakai CBR250R, PCX150 dan CB150R adalah jumlah sensornya yang lebih ringkas. Pada motor-motor tersebut ada 6 sensor injeksi, tapi di Honda Verza hanya ada 4 sensor saja.

Yaitu, Throttle Position Sensor (TPS), Engine Oil Temperature (EOT), Crankshaft Position (CKP) dan O2 Sensor. Tanpa dilengkapi dengan Manifold Absolute Pressure (MAP) dan Intake Air Temperature (IAT)

Pada sistem injeksi terbaru Honda ini MAP dan IAT ditanggalkan, fungsinya digantikan oleh CKP dan O2 Sensor. "Yang ini lebih advance, ternyata fungsinya bisa disatukan sehingga lebih ringkas," ujar Endro Sutarno, Technical Service Training Instructor PT Astra Honda Motor (AHM).

Oiya dengan O2 sensor, sistem injeksi Verza 150 ini sudah close loop. Dikatakan sebagai sistem yang tertutup karena bukan hanya input bahan bakar dan udara yang diatur, tapi output pembakarannya juga dipantau dan dijadikan acuan suplai bahan bakar ke ruang bakar. Keuntungannya, emisi gas buangnya jadi lebih bersih.
Throttle Body dilengkapi dengan dua kabel gas, respon lebih cepat

Sedang throttle body-nya memiliki diameter 26 mm, beda dari karburator New MegaPro yang lubang venturinya 28 mm. Throttle body berlabel Keihin ini dilengkapi dengan 2 kabel gas, ada dua kabel gas yang saling tarik menarik sehingga respon putaran selongsong gas lebih cepat dan ringan.


Injektornya memiliki 6 lubang, dan dilengkapi dengan ECM bermerek Keihin juga. Beda dengan Vario Techno 125 dan beberapa sepeda motor injeksi Honda lainnya yang ECM-nya pakai merek Shindengen.
Dilengkapi Bank Angle Sensor
Layaknya sepeda motor tipe sport yang sudah mengusung teknologi injeksi bahan bakar, motor ini juga dilengkapi dengan Bank Angle Sensor (BAS). "Ketika miring lebih dari 60 derajat ke kanan atau kiri mesin langsung mati," jelas Endro.

Pada sepeda motor sport komponen ini wajib ada. "Ketika jatuh, mesin tetap menyala karena koplingnya tipe manual. Makanya harus punya BAS untuk safety," tutur pria ramah ini.
Punya Kapasitor Bank
Selain itu, komponen lainnya adalah Kapasitor Bank. Fungsinya mengantisipasi ketika aki soak, sistem injeksi bisa tetap hidup dengan arus listrik yang tersimpan di Kapasitor Bank. Fungsinya memang hanya untuk keadaan darurat, bukan berarti boleh enggak cek aki!
Filter Bensin Lebih Simpel
Pada sepeda motor tipe sport Honda, filter bensin yang terletak di fuel pump posisinya ada di bagian luar tangki. "Ketika hendak ganti filter enggak perlu melepas fuel pump di dalam tangki. Cukup dikerjakan dari luar saja," yakin Endro.

Sistem Pengisian 3 Phase
Sistem kelistrikan motor ini juga sudah lebih canggih. Untuk sepeda motor tipe injeksi, altenatornya menggunakan sistem pengisian 3 phase. Arusnya lebih besar dan stabil. Cirinya memiliki 18 kutub.

source : http://www.motorplus-online.com

Sabtu, 18 Januari 2014

Kisruh Tentang Penggunaan Klanpot....


Berikut adalah tips untuk menterjemahkan pengaturan pemakaian knalpot standar di dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sebenarnya mudah saja kita membaca, cari saja kata kunci “knalpot”, kita pasti langsung diarahkan pada Pasal 285 ayat (1)…… wedew !…… langsung ke pasal pidana, pasal yang mengatur sanksi.

Tenang… tenang…. mari kita baca secara keseluruhan Pasal 285 ayat (1) itu :

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Trus kita baca secara lengkap isi pasal-pasal : “Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3)” [baca aja ya sebagaimana terlampir, ga usah dikutip, kepanjangan euy.

Halah !…. kok ga ada tulisan “knalpot” ?

Berbicara knalpot, ada 3 yang bisa kita bayangkan, yaitu BENTUK, GAS BUANG (emisi) dan SUARA (kebisingan) :

BENTUK, ini ga ngaruh karena yang namanya “bentuk” itu berkaitan dengan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), jadi kita abaikan.
GAS BUANG (emisi), ini pasti berkaitan dengan kinerja mesin, jadi kita abaikan lagi.
SUARA (kebisingan), nah ini ada diatur di Pasal 48 ayat (3) huruf b (Kebisingan Suara)


Berkaitan dengan Kebisingan Suara, kok sama sekali tidak ada pengaturannya lebih detil di dalam UU No 22 Tahun 2009 ?

Sekarang kita baca ayat di bawahnya :

Pasal 48 ayat (4) :

Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah.

Jadi jelas bahwa pengaturan lebih lanjut akan diatur dalam peraturan pemerintah.

Perlu bro-bro ketahui, bahwa masalah Kebisingan suara merupakan kewajiban pemilik dan/atau Pengemudi Kendaraan Bermotor dan Perusahaan Angkutan Umum sebagaimana diatur dalam Pasal 212 :

Setiap pemilik dan/atau Pengemudi Kendaraan Bermotor dan Perusahaan Angkutan Umum wajib melakukan perbaikan terhadap kendaraannya jika terjadi kerusakan yang dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran udara dan kebisingan.

Karena merupakan “Kewajiban” pastinya mengandung sanksi, yaitu di Pasal 285 ayat (1) jumcto Pasal 48 ayat (3).

Sehubungan dengan Pasal 48 ayat (4), apakah peraturan pemerintahnya sudah terbit ?

Saat ini setahu saya belum terbit, hanya saja di dalam Pasal 324 UU No 22 Tahun 2009 (Ketentuan Peralihan) masih memberlakukan PP 43 TAHUN 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan (sepanjang tidak bertentangan), sayangnya di dalam PP ini tidak mengatur mengenai tingkat kebisingan suara knalpot.

Pertanyaan selanjutnya :

“Bagaimana hubungannya UU No 22 Tahun 2009 dengan KNALPOT STANDAR, sedangkan di UU tersebut sama sekali tidak menyebutkannya ? dan apa pengertian KNALPOT STANDAR ?”

Jawabnya gampang bro…..

Sama halnya dengan pemberlakuan untuk helm SNI, pada awalnya SNI 1811-2007 hanyalah sebatas standar (tidak mengikat), kemudian diangkat menjadi “norma wajib” berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-IND/PER/6/2008 yang mengatur produsen helm dalam negeri dan importir helm dari luar negeri. Kemudian diangkat lagi menjadi “norma wajib” di dalam UU No. 22 Tahun 2009 yang berlaku, tidak saja kepada produsen/importir helm, penjual, tetapi berlaku juga bagi pengendara sepeda motor.

Untuk tingkat kebisingan knalpot, memang PP-nya belum terbit, tetapi, untuk produsen motor di Indonesia sudah ada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 07 TAHUN 2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Baru.

Jadi, yang dimaksud dengan KNALPOT STANDAR, bukan tidak mungkin pengertiannya adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 07 TAHUN 2009 :

Pasal 1 angka 1 :

Ambang batas kebisingan kendaraan bermotor tipe baru adalah batas maksimum energi suara yang boleh dikeluarkan langsung dari mesin dan/atau transmisi kendaraan bermotor tipe baru

Dan bukan suatu hal yang mustahil apabila nanti akan diangkat menjadi “norma wajib” di dalam PP sebagai pelaksana UU No. 22 Tahun 2009 serta berlaku terhadap penggunaan knalpot motor di jalan raya.

Adapun materi (tingkat kebisingan knalpot motor) yang diatur dalam peraturan menteri tersebut di atas adalah:

≤ 80 cc maksimal 80 dB
< 80-175 cc maksimal 90 dB
< 175 cc maksimal 90 dB.

Ketentuan tingkat kebisingan motor Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 07 TAHUN 2009 ini mengacu standar global ECE (Economic Comission for Europe)-R-41-01.

Jadi, pengertian “Knalpot Standar” pada saat ini, perdebatannya hanya didasarkan pada bentuk yang dikeluarkan oleh pabrik, bukan didasarkan pada tingkat kebisingan yang dikeluarkan oleh knalpot tersebut. Oleh karena itu, selama PP pelaksana UU No. 22 Tahun 2009 belum terbit, penerapan Pasal 285 ayat (1) belum mempunyai kekuatan hukum mengikat, begitu p

For Your Info : saya pake knalpot nobi neo silent sport "db killer", kemana2 saya selalu bawa hp saya, disana sudah tertanam aplikasi SOUND METER (di playstore ada kok), dan sukses selalu lolos dari razia karena kemana2 saya juga bawa salinan undang2 ini, hehehe..dan undang-undang ini sudah mulai diterapkan sejak tahun 2013 silam, bulan desember awal, jadi BE CAREFUL.

Nb : PERATURAN INI TIDAK BERLAKU BAGI SEPEDA MOTOR BESAR MACAM HARLEY DAVIDSON DAN SEBAGAINYA KARNA KATA PAK POLISINYA ITU KNALPOT HARLEY EMANG UDAH NGEBRONG DARI SONONYE. lah kenapa boleh dijual disini pak..pak sampean iku piye toh!



source :  http://odong2r.wordpress.com/2010/02/23/pengaturan-knalpot-dalam-uu-no-22-tahun-2009/

Makna dan Arti dari Logo KOMVI